Mengatasi Batuk Pada Bayi Baru Lahir

Melihat bayi yang berusia sangat muda bahkan baru lahir mengalami batuk pasti menimbulkan rasa waswas. Selain itu, dahak yang terkadang mengiringi batuk si kecil membuatnya kesulitan mengisap susu. Mengatasi batuk pada bayi yang baru lahir memang tidak semudah mengatasi batuk pada anak yang lebih besar. Tapi Bunda jangan khawatir dulu. Beberapa langkah di bawah ini bisa Bunda ambil.

Mengatasi Batuk Pada Bayi Baru Lahir Dengan Sigap

Asupan ASI Yang Cukup

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir. Saat si kecil sakit pun ASI dapat berfungsi sebagai obat. Zat antibodi di dalamnya akan membantu tubuh bayi melawan bakteri dan virus penyebab batuk. Jumlah ASI yang cukup juga akan membantu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh bayi dan mengencerkan dahak. Jadi Bunda tidak perlu memberikan obat-obatan untuk mengatasi batuk pada bayi yang baru lahir, kecuali atas petunjuk dokter.

Hangatkan Tubuh Bayi

Bunda dapat mengoleskan balsam khusus bayi tipis-tipis pada dada, punggung dan leher bayi agar tubuhnya lebih hangat. Atur suhu ruang agar tidak terlalu dingin karena suhu rendah akan membuat dahak lebih kental dan bayi sulit bernapas.

Timang Bayi Agar Dia Lebih Tenang

Seringkali bayi baru lahir yang sedang batuk merasa tidak nyaman dan sulit tidur. Bunda dapat menimangnya, bergantian dengan suami. Ayunan lembut dan hangatnya tubuh orang dewasa akan membantu membuatnya lebih tenang dan nyaman.

Udara Yang Lancar Dan Jauh Dari Alergen

Sirkulasi udara yang lancar dan segar sangat membantu dalam mengatasi batuk pada bayi baru lahir. Jika Bunda menggunakan AC, di pagi hari matikan AC dan buka jendela agar udara segar masuk. Udara yang segar akan mempermudah Bunda mengatasi batuk pada bayi.

Bersihkan pula ruangan si kecil dari debu dan tungau. Ganti sprei dan sarung bantalnya, jauhkan baju atau kain yang bergantungan di belakang pintu, dan hindarkan si kecil dari benda-benda berbulu. Misalnya boneka, karpet berbulu atau binatang peliharaan. Bulu pada benda-benda tersebut berpotensi menyimpan debu yang jika terhirup akan membuat batuknya bertambah parah. Atau membuat bayi sulit bernapas.

Uap Untuk Mengencerkan Dahak

Bunda dapat membuat ramuan untuk mengencerkan dahak si kecil. bukan untuk diminumkan, tapi untuk dihirupnya. Campurkan sebaskom air panas dengan minyak kayu putih dan letakkan di lantai. Lalu bunda duduk di kursi dan letakkan bayi dalam posisi tengkurap di pangkuan Bunda. Usahakan si kecil dapat menghirup uap tersebut. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi agar dahaknya lebih mudah keluar.

Cara lainnya adalah membuat uap di kamar mandi. Bunda dapat menyiapkan sebaskom air panas dan letakkan di dalam kamar mandi yang tertutup. Tunggu beberapa saat hingga uap memenuhi kamar mandi dan suhu ruangan menjadi lebih hangat. Lalu Bunda dan si kecil dapat berdiam di sana selama lima belas menit. Suhu hangat akan membuat dahak si kecil lebih encer.

Kondisi Darurat Saat Si Kecil Batuk

Walau batuk sebenarnya bukan penyakit melainkan reaksi tubuh untuk mengeluarkan kuman, tetap saja Bunda harus awas pada kondisi bayi. Bayi yang baru lahir masih membentuk antibodi di dalam tubuhnya sehingga tidak jarang batuk dapat membuatnya kepayahan.

Mengatasi Batuk Pada Bayi Baru Lahir

Jika kondisi-kondisi di bawah ini terlihat pada si kecil, Bunda sebaiknya segera membawanya ke unit pelayanan kesehatan untuk mendapat perawatan lebih intensif.

  1. Demam

Bayi baru lahir dikatakan demam saat suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Seperti halnya batuk, demam juga merupakan reaksi tubuh untuk melawan kuman. Namun demam pada bayi baru lahir dapat membahayakannya.

  1. Muntah berulang

Muntah sebenarnya dapat membantu bayi untuk mengeluarkan dahak. Namun muntah lebih dari tiga kali dalam sehari apalagi sampai si kecil terlihat lemas, tentu membahayakan. Segera periksakan Ananda ke dokter ya, Bunda.

 

  1. Bayi terlihat sesak napas

Kesulitan bernapas akan membuat bayi tidak nyaman. Lebih jauh hal tersebut dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen dan hal tersebut sangat berbahaya. Sesak napas juga bisa menyebabkan infant sudden death pada bayi.

  1. Berat badan turun

Kesulitan menyusu akibat batuk bisa jadi akan dialami si kecil. jika kondisi ini diiringi oleh turunnya berat badan Ananda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi kekurangan cairan dan zat gizi pada bayi.

  1. Batuk tidak reda setelah seminggu

Pada umumnya batuk akan reda setelah tiga hingga lima hari. Namun jika setelah lebih dari seminggu dan batuk tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang, segera konsultasikan si kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Dahak berwarna hijau atau hijau kekuningan

Dahak yang berwarna hijau atau hijau kekuningan mengindikasikan adanya infeksi bakteri di dalam saluran pernapasan. Jangan menunda untuk menemui dokter jika kondisi ini terjadi pada bayi.

Bunda sebaiknya juga tidak memberi si kecil obat atau ramuan herbal apapun pada bayi tanpa sepengetahuan dokter. Karena kondisi bayi yang baru lahir masih sangat rentan. Jika memang usaha Bunda untuk mengatasi batuk pada bayi tidak menunjukkan hasil, jangan ragu untuk memeriksakan si kecil ke unit pelayanan kesehatan. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk mengikuti WikiBunda di Facebook ya!

Aditarifa Rizki Pratigina: Ibu dua anak yang berprofesi sebagai content writer dan penulis fiksi. Seorang home education and parenting enthusiast. Saat ini bermukim di Riau dan aktif di beberapa komunitas pengasuhan dan pendidikan rumah. Novel pertamanya, Lingua Amoris terbit bulan Maret 2020 lalu.
Related Post