Penyebab Janin Keracunan Air Ketuban

Penyebab Janin Keracunan Air Ketuban

Kasus kematian janin sebagian besar disebabkan oleh keracunan air ketuban. Memang secara fungsi air ketuban merupakan tempat dimana bayi tinggal dan memberikan perlindungan dari berbagai benturan. Namun disisi lain, air ketuban bisa meracuni janin dalam kondisi tertentu. Keracunan air ketuban disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari faktor usia ibu hamil, plasenta yang terganggu dan tidak bekerja seperti mestinya, persalinan induksi, hingga masalah genetika. Keracunan ketuban sebenarnya bisa dicegah.

Namun sebelumnya anda mesti tahu dulu apa saja penyebab pasti sehingga tahu cara mencegahnya. Kasus keracunan ketuban bisa dialami oleh janin di usia 6-9 bulan. Bahkan pada saat menjelang persalinan, risiko tersebut begitu besar. Maka dari itu anda mesti antisipasi lebih dini agar hal buruk tersebut tidak sampai terjadi. Cobalah kenali dulu apa saja penyebab janin keracunan air ketuban, yang selengkapnya akan diulas lebih lanjut berikut ini.

Berbagai Penyebab Janin Keracunan Air Ketuban

  1. Usia ibu hamil terlalu tua

Faktor usia begitu berpengaruh pada kasus keracunan air ketuban. Terlalu tua ketika mengandung mampu membuat air ketuban masuk ke peredaran darah ibu dan sampai ke janin. Maka dari itu perhatikan usia ketika mengandung. Jika melewati 40 tahun, pastikan kehamilan dipantau secara ketat oleh dokter kandungan untuk menghindari berbagai risiko berbahaya.

Baca Juga : Nutrisi Penting Untuk Mencegah Risiko Cacat Pada Janin

  1. Gangguan plasenta

Plasenta berfungsi sebagai jalan untuk mengirim nutrisi kepada janin. Namun jika terjadi masalah pada plasenta, keracunan air ketuban tidakbisa dihindari. Bisa jadi letak plasenta terlalu rendah atau tidak begitu kokoh kondisinya. Plasenta yang lepas lebih dulu daripada janin juga bisa menjadi sebab keracunan ketuban. Maka dari itu memeriksa kondisi plasenta juga wajib dilakukan untuk mendukung kesehatan janin dalam kandungan.

  1. Preeklampsia

Tekanan darah tinggi serta kandungan protein dalam urin memberikan efek berbahaya pada kehamilan. Janin mampu meminum cairan ketuban karena efek tersebut. Gangguan preeklampsia begitu berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Biasanya kasus tersebut terjadi dalam kurun waktu 20 minggu.

  1. Persalinan induksi

Metode induksi memang bermanfaat mempercepat kontraksi. Namun efek sampingnya janin bisa meminum cairan ketuban yang sudah memiliki kandungan racun. Dalam beberapa kondisi, metode induksi memang begitu penting. Namun persalinan dengan cara satu ini wajib memperhatikan syarat tertentu. Tujuannya agar proses persalinan sesuai dengan kondisi fisik ibu hamil dan kondisi kandungannya.

  1. Janin terlalu lama dalam kandungan

Bayi harus dilahirkan jika sudah mencapai usia 9 bulan lebih 10 hari. namun beberapa kasus tidak terjadi tanda-tanda bersalin ketika sudah masuk fase tersebut. Masalah tersebut harus ditangani secepat mungkin. Sebab jika janin terlalu lama dalam kandungan akan membuatnya menyerap air ketubannya sendiri. akibatnya janin akan mengalai keracunan dan berakibat meninggal sebelum dilahirkan.

Baca Juga : Manfaat Senam Hamil Bagi Ibu Hamil dan Janin

Nah itu dia beberapa penyebab keracunan air ketuban pada janin yang perlu diwaspadai. Semoga bermanfaat. Jangan lupa mengikuti Wiki Bunda di Facebook ya!

Suwartik: Seorang Bidan Yang Lahir Pada Gresik Tahun 1988, Menempuh Akademi Kebidanan Di Lumajang Membagikan Informasi - Informasi Seputar Kehamilan Yang Semoga Barokah Dan Dapat Bermanfaat Bagi Semua Orang.