8 Cara Cepat Mengatasi Peningkatan Air Liur Selama Kehamilan

Cara Cepat untuk mengatasi peningkatan air liur selama masa kehamilan

Peningkatan air liur selama kehamilan adalah kondisi umum, terutama selama 12 minggu pertama kehamilan atau morning sickness.

Selama kehamilan, tubuh Bunda mengalami banyak perubahan dan peningkatan air liur adalah salah satu perubahan itu. Namun, situasi ini akan hilang dalam beberapa minggu agar ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir. Untuk memahami lebih lanjut tentang alasan mengapa Bunda memiliki situasi ini dan cara menanganinya, Berikut ini adalah caranya.

Penyebab peningkatan air liur pada kehamilan

Peningkatan air liur dapat disebabkan oleh peningkatan produksi air liur atau berkurangnya penelanan saliva. Meskipun penyebab aliran saliva pada kehamilan tidak terdefinisi dengan baik, mungkin karena:

  • Perubahan hormon tubuh selama kehamilan
  • Muntah atau morning sickness parah
  • Wanita hamil mengalami sakit maag saat hamil
  • Merokok selama kehamilan
  • Ibu memiliki beberapa infeksi mulut
  • Paparan merkuri atau bahan kimia beracun dalam pestisida.

Tubuh memproduksi sekitar 1,5 liter air liur sehari. Ini membantu tubuh untuk menetralisir asam lambung, melawan bakteri berbahaya, memperbaiki pencernaan dan membantu menjaga mulut tetap lembab.

Pengobatan peningkatan air liur pada kehamilan

Jika Bunda mengalami peningkatan air liur selama kehamilan, Bunda harus melaporkannya ke dokter Bunda segera, bahkan jika kondisinya tidak parah dan tidak mempengaruhi janin. Berikut ini delapan cara untuk membantu Bunda mengendalikan peningkatan air liur :

  1. Jika Bunda merokok selama kehamilan, cepat hentikan kebiasaan ini. Merokok tidak hanya meningkatkan produksi air liur tetapi juga sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi.
  2. Jika Bunda biasanya mengalami mual selama kehamilan, perlu menemui dokter untuk mendapatkan obat yang tepat untuk membantu mengendalikan kondisi ini.
  3. Beberapa hiperemesis disebabkan oleh radang gusi dan penyakit gusi. Bunda dapat pergi ke dokter gigi dan minum obat jika diperlukan dan tidak mempengaruhi janin.
  4. Kadang-kadang Bunda bisa mengunyah permen karet tanpa gula, permen atau mint untuk mengalihkan pikiran Bunda. Metode ini tidak mengurangi air liur, tetapi membuatnya lebih mudah untuk menelan.
  5. Hindari makan makanan yang tinggi pati dan karbohidrat. Bagilah makanan menjadi beberapa makanan kecil.
  6. Menggunakan obat kumur alami 3 – 4 kali sehari dan menyikat gigi juga dapat membatasi situasi ini.
  7. Minum banyak air akan membantu Bunda menelan air liur berlebih di mulut.
  8. Ambil batu dingin, mulut Bunda akan terasa kebas dan menghasilkan lebih sedikit air liur. Bunda juga bisa mengambil irisan lemon atau jahe untuk mencegah hal ini.

Manfaat dari peningkatan air liur selama kehamilan

Meskipun peningkatan air liur bukanlah masalah serius, tetapi tetap tidak nyaman, terutama ketika mual. Namun, Bunda akan terkejut dengan manfaat berikut dari peningkatan air liur:

  1. Air liur bertindak sebagai pelumas rongga mulut
  2. Membantu menyeimbangkan keasaman
  3. Air liur yang diproduksi di mulut mengandung beberapa enzim yang memecah makanan menjadi molekul gula kecil dan membantu pencernaan
  4. Selain itu, air liur berfungsi melawan bakteri, mencegah gigi berlubang.

Jika memungkinkan, telan ludah berlebih di mulut. Ketika Bunda merasa mual, Bunda bisa meludah. Namun, selama trimester ketiga, kondisi ini akan menurun.

Karena itu, ibu hamil seharusnya tidak terlalu khawatir. Tetap memakan makanan yang bergizi dan sering – sering olahraga bagi Bunda yang sedang hamil agar tetap sehat dan bugar.

Suwartik: Seorang Bidan Yang Lahir Pada Gresik Tahun 1988, Menempuh Akademi Kebidanan Di Lumajang Membagikan Informasi - Informasi Seputar Kehamilan Yang Semoga Barokah Dan Dapat Bermanfaat Bagi Semua Orang.