Cara Memilih Jenis Susu Untuk Ibu Hamil Yang Tepat

Bagaimana cara memilih jenis untuk susu ibu hamil yang baik bagi janin

Susu ibu hamil adalah minuman gizi yang sangat diperlukan untuk wanita selama kehamilan. Tetapi bagaimana cara memilih jenis susu untuk ibu hamil yang baik untuk janin, cocok untuk ibu hamil dan berapa banyak susu yang harus dikonsumsi setiap hari untuk menjadikan ibu dan perkembangan bayi yang sehat.

Kehamilan adalah waktu di mana Bunda akan mengalami perubahan ajaib yang tak terhitung jumlahnya dan banyak emosi yang berbeda. Karena itu, dari latihan hingga diet, semuanya harus hati-hati dan kira kira bagaimana memilih jenis susu untuk ibu hamil yang tepat. Jika Bunda memiliki pertanyaan yang sama, silahkan simak informasi dari Wiki Bunda berikut.

Apa manfaat susu untuk ibu hamil?

Susu adalah sumber kalsium dan mineral lain yang penting selama kehamilan. Wanita hamil membutuhkan sekitar 1.000 – 1.300 mg kalsium per hari. Selain kalsium dan mineral untuk tubuh, ibu minum susu selama kehamilan sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi di tahun-tahun awal. Inilah pentingnya memilih jenis susu untuk ibu hamil.

Manfaat-manfaat ini termasuk:

  • Jika Bunda minum banyak susu, bayi akan bertambah berat dan tumbuh lebih cepat daripada bayi lainnya.
  • Ibu yang minum susu selama kehamilan juga memberikan banyak manfaat bagi anak-anak mereka di masa dewasa. Anak-anak ini akan memiliki tingkat insulin yang tinggi ketika mereka berada di usia paruh baya, sehingga mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.
  • Selain itu, ibu minum susu selama kehamilan juga membantu mengurangi risiko osteoporosis di masa depan. Selain itu, juga mengurangi risiko rakhitis pada bayi baru lahir karena susu kaya akan vitamin D. Selain itu, minum banyak susu juga membantu anak-anak memiliki IQ tinggi.
  • Lebih penting lagi, susu juga merupakan antasid yang sangat baik, membantu mengurangi sakit maag dan masalah perut pada kehamilan. Susu juga membantu menjaga tubuh tetap lembab dan mengisi kembali air yang hilang.
  • Secara khusus, minum susu juga mengurangi risiko multiple sclerosis pada wanita hamil.

Bagaimana Cara Memilih Jenis Susu Untuk Ibu Hamil Yang Tepat?

Saat ini, ada banyak jenis susu untuk ibu hamil. Menemukan jenis susu yang tepat untuk diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Jika Bunda tidak yakin susu mana yang harus dibeli, silakan ikuti tips di bawah ini:

  1. Susu segar tanpa pemanis untuk wanita hamil adalah pilihan bagi wanita hamil untuk menurunkan berat badan selama kehamilan

Jika Bunda tidak ingin mendapatkan terlalu banyak berat badan selama kehamilan, susu skim (susu segar tanpa pemanis) adalah pilihan yang baik. Seperti namanya, susu skim adalah susu yang telah dihilangkan sebagian besar lemak jenuh yang membuat susu kurang lemak. Susu ini masih penuh protein, vitamin dan mineral seperti susu murni. Namun, beberapa vitamin yang larut dalam lemak yang diperlukan untuk tubuh seperti A, D, E dan C dapat dikurangi sebagian.

Vitamin juga menjadi faktor penting dalam cara memilih jenis susu untuk ibu hamil

Segelas susu skim mengandung sekitar 305mg kalsium dan 83 kalori. Bunda harus minum 2-3 cangkir sehari untuk menyediakan cukup kalsium yang dibutuhkan tubuh Anda.

Jika Bunda memiliki masalah kesehatan dan ingin menurunkan berat badan selama kehamilan, lihat artikel 9 cara menurunkan berat badan selama kehamilan untuk memperbarui informasi yang berguna.

  1. Susu bubuk utuh penuh nutrisi

Susu murni mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk wanita hamil. Namun, ia memiliki kandungan lemak sekitar 3,5%. Ini mungkin bukan pilihan yang baik untuk minum setiap hari karena sangat gemuk. Segelas susu utuh mengandung sekitar 5g lemak jenuh dan 149 kalori.

  1. Susu pasteurisasi bisa berbahaya bagi ibu hamil

Susu pasteurisasi adalah jenis susu yang dipanaskan sampai suhu tertentu dan didinginkan. Pasteurisasi hanya memperlambat pertumbuhan bakteri dalam susu dan tidak menghancurkannya. Karena itu, susu jenis ini bisa berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya karena dapat mengandung bakteri yang menyebabkan infeksi serius. Wanita hamil harus menghindari semua produk susu yang tidak dipasteurisasi.

  1. Apakah susu segar baik untuk ibu hamil?

Minum susu atau makan produk susu aman untuk ibu hamil. Selama sterilisasi, bakteri patogen akan terbunuh pada suhu tinggi. Jika minum susu segar belum menjalani prosedur sterilisasi dan pasteurisasi, mudah untuk mendapatkan beberapa penyakit, karena susu ini mengandung banyak bakteri, yang paling umum Listeria monocytogenes. Oleh karena itu, susu yang tidak dipasteurisasi dianggap tidak aman untuk ibu hamil. Mengkonsumsi susu segar yang tidak dipasteurisasi membuat Bunda lebih rentan terhadap infeksi dan dapat mengancam kesehatan bayi.

Pilihan Susu untuk ibu hamil

  1. Susu sapi baik untuk perkembangan janin

Susu sapi adalah susu yang paling umum dan banyak digunakan. Bunda dapat menggunakan susu utuh, susu utuh, susu skim atau susu beraroma.

Memilih jenis susu untuk ibu hamil dapat dipertimbangkan dari susu kesukaan Bunda, beserta kebutuhan Bunda dan janin.

Fakta Nutrisi: Susu sapi mengandung banyak asam amino yang membantu membangun sel-sel ibu dan tubuh bayi. Vitamin D dalam susu sapi mencegah diabetes mellitus dan juga membantu perkembangan janin. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan, mencegah penyakit. Jika Bunda menginginkan tulang yang lebih kuat, minum banyak susu sapi karena susu sapi mengandung kadar kalsium yang sangat tinggi. Secangkir susu sapi menyediakan sekitar 285mg kalsium. Susu sapi juga mengandung vitamin A yang baik untuk penglihatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Susu kambing mendukung metabolisme dan pencernaan ibu hamil

Bau susu kambing mungkin tidak membuat Bunda bahagia, tetapi manfaat susu kambing sangat banyak.

Informasi gizi: Dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing adalah jenis susu untuk wanita hamil dengan protein dan kandungan vitamin B yang sedikit lebih tinggi. Dengan kadar kolesterol yang lebih rendah, susu sapi meningkatkan metabolisme dan pencernaan. Kandungan vitamin A dalam susu kambing langsung diserap oleh tubuh. Selain itu, asupan vitamin B2 juga merangsang produksi antibodi, memperkuat sistem kekebalan tubuh. Susu kambing menyediakan sekitar 283 mg kalsium.

  1. Susu kedelai yang baik untuk mencegah penyakit kardiovaskular

Susu kedelai diproses dengan merendam kacang kedelai, lalu diperas dengan air, dikupas dan direbus. Susu kedelai rendah lemak, tetapi protein tinggi dalam susu sapi. Selain itu, susu kedelai juga kaya serat dan vitamin.

Fakta Nutrisi: Susu kedelai tidak mengandung kolesterol bersama dengan kandungan lemak rendah, sehingga membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Selain itu, kandungan kalsium yang tinggi dalam susu kedelai baik untuk perkembangan janin. Antioksidan yang ditemukan dalam susu kedelai membantu mencegah kanker. Secangkir susu kedelai menyediakan sekitar 300mg kalsium.

  1. Susu beras tidak cocok untuk ibu hamil dengan diabetes mellitus

Susu beras terbuat dari beras dan air. Kandungan karbohidrat dari susu beras empat kali lebih tinggi dari susu sapi, jadi tidak cocok untuk pasien diabetes. Selain itu, susu beras juga mengandung banyak antioksidan dan kalsium.

Fakta Nutrisi: Susu beras kaya vitamin B dan rendah lemak. Selain itu, susu beras juga terbukti menjadi sumber kalsium yang baik bagi tubuh. Meskipun mengandung sedikit protein, kaya antioksidan. Segelas susu beras menghasilkan sekitar 20mg kalsium.

  1. Susu almond cocok untuk ibu vegetarian

Susu almond cocok untuk vegetarian atau alergi susu sapi dan susu kedelai. Ini adalah jenis susu yang terbuat dari almond dan air.

Fakta Nutrisi: Jenis susu ini tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Selain itu, susu almond kaya akan asam folat, serat, protein, vitamin B, kalsium, zat besi dan vitamin E. Kandungan kalori yang rendah, kaya antioksidan dalam susu almond, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Segelas susu almond menghasilkan sekitar 7,5 mg kalsium.

  1. Susu Oat membantu ibu hamil mencegah konstipasi kehamilan

Kandungan serat dalam susu gandum membantu mencegah sembelit kehamilan pada ibu hamil. Selain itu, susu gandum membantu mengendalikan nafsu makan, menstabilkan gula darah dan mengangkut oksigen ke sel.

Bagaimana seharusnya wanita hamil minum susu atau makan produk susu?

Produk susu seperti yogurt, keju dapat digunakan untuk membuat makanan ringan. Anda juga bisa mencampur susu dengan sereal, oat. Di malam hari, Bunda minum segelas susu skim. Selain itu, Anda bisa menambahkan beberapa keju rendah lemak ke salad untuk membuat makanan lebih lezat.

Ada banyak cara untuk memilih jenis susu untuk ibu hamil, silahkan konsultasi kepada dokter Bunda jika masih ragu untuk meminum susu yang cocok untuk Bunda minum.

Hal yang perlu dipertimbangkan tentang penggunaan susu dan produk susu

Anda harus menghindari keju yang diproses dengan fermentasi alami seperti keju camembert dan keju brie. Keju yang dibuat dari susu kambing atau susu domba yang tidak terawetkan dengan baik juga mengandung listeria. Selain itu, Anda tidak boleh menggunakan susu yang tidak dipasteurisasi selama kehamilan karena susu sangat mudah diracuni.

Berapa banyak susu ibu hamil yang harus dikonsumsi?

Kecuali Bunda menderita diabetes atau obesitas perlu menurunkan berat badan harus diresepkan oleh dokter tentang tidak minum atau membatasi susu, Bunda harus minum 3 gelas susu / hari Bunda juga bisa menambahkannya dengan memakan camilan sehat untuk ibu hamil agar tidak bosan.

Ini untuk menyediakan cukup nutrisi bagi ibu dan janin. Dengan demikian, tubuh Bunda akan diberikan cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk membantu ibu yang sehat dan bayi tumbuh sehat.

Suwartik: Seorang Bidan Yang Lahir Pada Gresik Tahun 1988, Menempuh Akademi Kebidanan Di Lumajang Membagikan Informasi - Informasi Seputar Kehamilan Yang Semoga Barokah Dan Dapat Bermanfaat Bagi Semua Orang.