4 Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Susu sapi menjadi salah satu nutrisi pelengkap yang dibutuhkan bayi selain ASI dari ibu. Minuman ini kaya akan kandungan kalsium serta protein. Akan tetapi, ada sebagian bayi yang justru mengalami alergi ketika mengkonsumsinya. Supaya asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi tetap terpenuhi, sangat penting untuk mengetahui cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi Anda.

Perhatikan Gejala Alergi Susu

Alergi susu sapi bisa muncul secara langsung dan tidak langsung

Alergi pada susu sapi merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh merespons secara berlebihan pada kandungan protein yang ada di dalam susu sapi. Biasanya, kondisi ini kerap dialami bayi dan anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun. Alergi susu sapi yang dialami bayi biasanya juga bisa dipengaruhi oleh faktor makanan yang dikonsumsi ibu, selama bayi masih mengkonsumsi ASI.

Gejala alergi susu sapi pada bayi terbagi menjadi dua jenis, yakni alergi lagsung dan tidak langsung. Gejala langsung bisa terlihat segera sesaat setelah bayi mengkonsumsi susu sapi, sementara gejala tidak langsung baru akan terlihat beberapa jam kemudian atau bahkan setelah beberapa hari. Umumnya bayi yang terkena alergi susu sapi akan memperlihatkan gejala seperti muntah, gatal-gatal, napas berbunyi (mengi), hingga gangguan pencernaan.

Baca juga: Bayi Bunda Sembelit? Begini 5 Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Bayi?

Merasa bayi Anda tengah mengalami alergi terhadap susu sapi? Sangat disarankan untuk segera memeriksaannya ke dokter. Untuk memberikan diagnosis yang tepat, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan darah, urin, tinja maupun tes alergi di kulit bayi. Untuk tes alergi di kulit, biasanya bayi akan diberikan suntikan berupa protein susu dalam jumlah kecil di bagian bawah permukaan kulitnya.

Jangan buru-buru panik terlebih dahulu jika ternyata hasil pemeriksaannya positif. Berikut ada sejumlah cara mengatasi alergi susu pada bayi yang bisa Anda lakukan.

1. Hindari Pemberian Produk atau Olahan Makanan dari Susu Sapi

Hindari konsumsi olahan dari produk susu sapi

Sebaiknya hindari untuk mengkonsumsi produk susu maupun olahan dari susu sapi untuk mengatasi alergi susu sapi, jika bayi Anda masih mengkonsumsi ASI. Pasalnya, protein susu sapi yang memicu alergi bisa menyatu ke ASI, sehingga bisa memicu munculnya alergi jika diminum oleh bayi Anda. Jadi, para ibu harus berhati-hati dengan makanan yang dikonsumsi agar tidak membuat reaksi alergi pada bayi semakin memburuk.

2. Segera Ganti Susu Formula yang Dikonsumsi Bayi

Ganti segera susu formula yang dikonsumsi bayi

Jika Si Kecil mengkonsumsi susu formula, ada baiknya ganti segera dengan susu formula yang berbahan dasar soya atau kedelai. Namun, jika bayi Anda ternyata juga alergi dengan susu kedelai, umumnya dokter akan merekomendasikan susu formula hipoalergenik. Dalam susu formula yang satu ini, protein akan dipecahkan menjadi partikel yang lebih kecil. Sehingga kemungkinan untuk memicu munculnya alergi pada bayi akan jadi lebih kecil.

Mengatasi bayi alergi susu sapi harus disikapi dengan baik

Baca juga: Cara Membuat Bayi Gemuk Dengan Susu Formula

3. Berikan Nutrisi yang Cukup dengan Makanan Tambahan yang Lain

Berikan asupan nutrisi tambahan

Sejumlah penelitian menunjukkan jika bayi yang tak mengonsumsi susu sapi sama sekali cenderung mengalami defisiensi vitamin D. Namun, sebagai orang tua Anda tak perlu merasa khawatir berlebihan. Pasalnya, hal tersebut dapat disiasati dengan mencukupi kebutuhan vitamin D dari nutrisi lainnya.

Misalnya dari makanan yang mengandung vitamin D, kalsium serta protein yang melimpah. Misalnya saja seperti, brokoli, bayam, produk olahan dari kedelai, tuna, ikan salmon, tuna, sarden, dan juga telur. Anda bisa menyiasatinya dengan mengolahnya menjadi MPASI yang disukai bayi.

Baca juga: Jumlah Makanan Untuk Bayi Yang Tepat

4. Membawa Bayi Berjemur

Biarkan bayi mendapatkan sinar matahari yang cukup setidaknya 10-15 menit setiap pagi minimal 3 kali dalam seminggu

Selain memberikan nutrisi tambahan dalam MPASI secara seimbang, Anda juga dapat mengajak bayi untuk berjemur di bawah matahari pagi. Ketika terpapar sinar matahari (ultraviolet B), tubuh bayi akan membentuk pro vitamin D dari sinar matahari menjadi vitamin D. Akan tetapi, perhatikan juga waktu yang tepat dan lama terkena paparan sinar matahari.

Hanya dengan paparan sinar matahari saat pagi sekitar 10 sampai 15 menit, minimal 3 kali seminggu, ini sudah cukup membuat bayi Anda memperoleh vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Sehingga, kebutuhan vitamin D pada bayi akan tetap tercukupi meski tidak mengkonsumsi susu sapi. Pastikan juga saat berjemur, bayi menggunakan pakaian lengkap. Jangan biarkan bayi telanjang dan sinar matahari langsung mengenai kulit bayi, karena hal ini kurang baik untuk kulit bayi.

Demikian tadi informasi singkat mengenai cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi yang biisa Anda lakukan dengan mudah. Sekalipun bayi Anda didiagnosa memiliki alergi terhadap susu sapi, jangan pernah menyerah untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuhnya. Cobalah dengan sedikit lebih kreatif saat ingin memberikan makanan pengganti atau alternatif nutrisi yang dibutuhkan bayi. Supaya pertumbuhan dan juga kesehatan bayi Anda tetap terjaga. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk memberikan penanganan secara tepat pada kondisi alergi bayi. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa untuk mengikuti halaman WikiBunda di Facebook ya!

Henney Suwagi: Seorang freelance mom dengan anak balita yang lincah dan sehat, gemar membaca dan berbagi pengalaman.
Related Post